Tuesday, April 12, 2016

Belajar Piano untuk Pemula Part 2 : Menggunakan Cord

Halo sobat, kembali lagi ke lesson piano for beginner. Untuk tahap kedua ini, kita akan membahas mengenai penggunaan cord. Cord sendiri terdiri dari gabungan beberapa nada yang menghasilkan harmonisasi nada tertentu sehingga akan menhasilkan warna nada tertentu yang digunakan untuk mengiringi sebuah lagu. Sehingga cord ini berperan sebagai rhythm ketika memainkan lagu. Saya akan  mengulas tentang cord mayor dan cord minor. Sebagai gambaran pada umumnya, cord mayor adalah cord yang bernada riang atau gembira, sedangkan cord minor dapat disimbolkan sebagai cord yang sedih atau duka.

Nada mayor adalah nada 1 3 dan 5, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya pada artikel yang lalu bahwa kita sepakati bahwa 1 adalah nada dasar yang akan kita gunakan yang berlaku pada nada dasar yang lainnya, sehingga 1 bukan berarti nada Do atau C, 3 bukan berarti nada Mi atau E, tetapi urutan angka nada yang telah kita pelajari pada Belajar Piano Part 1.

Perhatikan gambar di bawah ini


Pada gambar di atas yang saya contohkan adalah nada dasar C, untuk C mayor nadanya adalah 1,3 dan 5. begitu juga dengan nada dasar A, F atau yg lainnya. Bukan berarti kita harus hafal susunan dari nada tersebut, melainkan kita harus memahami susunan nadanya.
Kemudian apa yang menjadi kunci dari nada dasar mayor? Bila anda perhatikan baik-baik pada gambar di atas, antara nada 1 dan 3 ada jarak 3 nada, sedangkan pada nada 3 dan 5 mempunyai jarak 2 nada. Untuk lebih jelasnya pada gambar saya beri tanda merah untuk menunjukkan jarak antara nada 1 - 3 - 5.
 
Jadi untuk nada dasar mayor dari nada 1 dan 3 mempunyai jarak 3 nada, sedangkan dari nada 3 dan 5 berjarak 2 nada. Ini berlaku untuk semua nada dasar yang berbeda. Silahkan anda hitung jarak nada dengan tepat.
 
Kemudian, untuk cord minor mempunyai perhitungan tersendiri. Sebagi contoh berikut ini. Kita masih menggunakan nada dasar C. Saya akan menunjukkan bagaimana cord minor bekerja. Sebagai contoh, di bawah ini adalah nada cord C minor.


Jika anda mengikuti penomoran pada gambar di atas, jarak nada 1 dan 3 adalah 2 nada sedangkan jarak antara nada 3 dan 4 menjadi 3 nada. Seperti yang sudah saya beri tanda merah pada gambar. Nada yang ditekan adalah C, D#, dan G.
 
Lihat tanda merah yang saya tandai. Dapat disimpulkan bahwa, Dari nada dasar pertama berjarak 2 nada, dan selanjutnya berjarak 3 nada.
 
Jarak nada tersebut berlaku untuk semua cord minor. Sehingga tinggal anda hitung dan hafalkan jarak nada untuk masing masing cord mayor, dan cord minor. Sehingga anda bisa memainkan semua lagu dengan nada dasar yang berbeda-beda tanpa harus menghafal nadanya.
 
Selamat mencoba, nantikan lesson selanjutnya ya.
Sekian, terima kasih.


Monday, April 11, 2016

Belajar Piano untuk Pemula Part 1 : Cara membaca touch piano

Halo sobat pembaca, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang bagaimana belajar memainkan piano sebagai pemula. Di tahap ini saya juga sedang belajar untuk terampil memainkan piano.

Mengapa piano? Ya alat musik ini sangat kompleks dan variatif. Hampir semua lagu dapat diiringi maupun dimainkan menggunakan piano. Oleh karena itu menurut saya, piano adalah alat musik dasar bagi para pencita musik yang ingin belajar memainkan alat musik.

Semelunya saya juga pernah belajar memainkan piano dengan teknik yang berbeda dari beberapa tutorial yang pernah saya ikuti. Namun ternyata teknik saya keliru, teknik yang saya pelajari kebanyakan menggunakan teknil hapalan, sehingga bila lama tidak memainkan piano, otomatis kemampuan untuk memainkan piano akan hilang.

Ada teknik yang baru-baru ini saya pelajari untuk belajar piano. Yaitu dengan teknik menghitung atau menghafalkan tuch piano menggunakan kode angka. Seperti anda lihat di gambar berikut.


Sebelum anda lanjut, terlebih dahulu akan saya beritahu bagaimana membaca pola pada touch pada keyboard anda. Pertama ada nada warna putih dan ada nada warna hitam. Warna hitam terbagi menjadi 2 macam deretan, yaitu deretan dengan 2  nada hitam dan deretan dengan 3 nada hitam. Jadi contoh cara membacanya adalah C selalu berada di sebelah kiri deretan 2 nada hitam, lalu F adalah nada tepat sebelah kiri deretan 3 nada hitam. Dan G adalah tepat di sebelah kiri dari deretan 3 nada hitam bagian tengah. Sehingga kita tidak perlu mengafalkan jumlah touch pada keyboard, cukup menggunakan bantuan nada hitam yang ada. 

Kemudian, dari nada-nada tersebut, jarak antar nada satu dengan yang lainnya ketika bermain nada Mayor adalah adalah 1 nada kecuali nada ke 3-4 serta nada 7-8. Jadi dari 1 ke 2 melompati 1 nada, dari 2 ke tiga melompati 1 nada, sedangkan dari nada 3-4 tidak melompati alias berhimpitan. Apakah anda paham di bagian ini? Sehingga yang perlu kita lakukan adalah menghitung nada, untuk mayor nada yang berhimpitan adalah 3-4 dan 7-8 sendangkan yang lainnya berjarak 1 nada. Sedangkan untuk minor yang nadanya saling berhimpitan adalah nada 2-3 dan 5-6, sedangkan yang lain mempunyai jarak 1 nada.
Jika anda bingung, sebagai contoh, dari Nada C ke D berjarak 1 nada hitam diatasnya, sedangkan dari nada E dan F tidak ada nada yang dilompati. sehingga saling berhimpitan.
Cara menhitung serta jarak nada dapat diimplementasikan kesemua nada dasar. Sehingga tidak perlu menghafalkan kunci, tetapi menghafalkan jarak nada.

Cara membaca dan menghitung menggunakan kode angka tersebut harus anda pahami betul untuk bisa memainkan dengan nada dasar yang lain. Sehingga tidak terjadi fals atau kekeliruan menekan nada ketika menggunakan nada dasar tertentu.

Bebrapa tips yang perlu kamu ketahui adalah, jangan pernah menghafalkan patern masing-masing nada, tetapi mulailah berlatih dengan cara menghitung nada, sehingga anda tidak akan kesulitan bila menggunakan nada dasar yang lain.

Silahkan mencoba.




Saya Pilih Casio CTK 7200

Setelah beberapa hari bingung untuk memilih beberapa pilihan keyboard untuk latihan di rumah, akhirnya saya memutuskan untuk meminang Casio CTK 7200 di Queen Music Solo.

Mengapa akhirnya saya meminangnya adalah yang pertama dengan harga yang masih cukup terjangkau yaitu Rp 3.900.000 saya mendapatkan beberapa fitur yang menarik yang ada pada keyboard lain dengan harga di atas 6 juta. Apa saja fitur-fitru tersebut? Mari kita simak.

Pertama, dengan harga yang terjangkau saya mendapatkan penyimpanan lagu menggunakan SD Card upto 16 GB, sehingga memudahkan kita untuk menggunakan musik dari sumber luar yang lebih variatif.
Kedua, keyboard ini support hingga 100 custom user rhytem dan tone.
Ketiga, sudah terdapat equalizer pada keyboard ini untuk mengatur warna suara yang akan ditonjolkan ketika menggunakan amplifire. Sehingga output suara akan lebih dinamis.
Keempat, Support dengan Audio Recorder untuk merekan lagu yang kita mainkan yang nantinya dapat di simpan dalam memori SD card.
Kelima, keyboard ini sudah support USB to midi controller, CMIW, jadi yang hobi rekam-rekam dengan komputer sangat mudah menggunakan fitur ini. Tinggal colok ke komputer lalu rekam.
Keenam, ada colokan untuk mikrofon dan line in yang built in pada keyboard. Jadi kalau ingin berkaraoke ria tinggal colok, lalu nyanyi diiringi keyboard.

Kemudian, masih banya, fitur yang ada dalam keyboard ini yang tidak bisa saya jelaskan satu per satu. Intinya keyboard ini sangat mewakili untuk belajar sebagai pemain keyboard pemula dengan fitur profesional.

Sudah tidak sabar lagi untuk segera mengexplore keyboard ini sampa puas. Baik, begitulah alasan mengapa saya memilih keyboard Casio CTK 7200.



Wednesday, April 6, 2016

Pilihan Keyboard Elektrik untuk harga sekitar 2 - 3 Juta

Pernah berfikir untuk mengembangkan diri melalui hobi. Saya berencana membeli sebuah alat musik yaitu keyboard untuk sarana dan modal saya untuk pengembangan diri. Mungkin bagi beberapa orang menganggap bahwa keyboard adalah alat musik yang jarang diminati untuk pemula. Pemula biasanya memilih alamt musik yang lebih macho seperti gitar atau bass, bahkan drum.

Baik, untuk kali ini kita akan bahas mengenai keyboad baik dari pabrikan Yamaha atau Casio untuk produk di harga sekitar 3 Jutaan, kandidat dari produk Yamaha adalah Yamaha E353, sedangkan Casio adalah Casio CTK 7200. Mengapa hanya ada 2 model tersebut? Karena model tersebutlah yang masih masuk di range harga 2-3 Jutaan.

Dari beberapa artikel yang saya baca, untuk keyboard di dengan harga di bawah 5 juta sebaiknya pilih keyboard Casio. Karena untuk harga tersebut Casio sudah memberikan fitur dan teknologi yang sama dengan harga keyboard yamaha yang seharga 7 Jutaan, sehingga untuk budget di bawah itu sebaiknya pilih Casio. Tetapi kalau anda mempunyai budget 7 Jutaan sebaiknya pilih Yamaha.

Ada banyak alasan untuk membeli dan memilih keyboard Yamaha, karena memang untuk Yamaha sudah lama memproduksi berbagai alat musik Seperti keyboard, gitar, bass dan lainnya sedangkan Casio lebih cenderung untuk alat musik hanya memproduksi keyboard. 

Sekilas pandang saja, bahwa sebenarnya kedua pabrikan bukanlah pabrikan utama untuk alat musik. Pabrikan alat musik yang benar-benar memproduksi alat musik seperti Korg, Rolland, Tylor, kemudian ada Gipson. Sedangkan Yamaha sendiri adalah sebuah pabrikan otomotif, dan Casio adalah pabrikan Jam tangan, jadi sebenarnya memang keduanya sebanding. Sama-sama bukan original pabrikan alat musik.

Oke, lalu mengapa Yamaha lebih populer? Ya karena yamaha sangat gencar dalam inovasi di produsen alat musik. Hampir semua alat musik dibuatnya. Dari alat musik seruling hingga ke grand piano beberapa diproduksi oleh brand Yamaha. 

Lalu apakah pantas membeli yamaha dengan harga lebih mahal dari Casio namun minim fitur? Disinilah anda harus pintar memilih produk yang akan anda beli.

Bila hanya untuk kebutuhan rumahan sebaiknya belilah yang memiliki fitur yang lumayan, toh juga untuk kualitasnya pasti tidak akan jauh berbeda satu dengan yang lain karena berada pada range harga yang mirip.

Memang seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya bahwa untuk keyboard Yamaha di bawah 4 Juta atau 5 Jutaan memiliki fitur yang sedikit, seperti tidak adanya memori eksternal untuk disket ataupun USB sehingga Keyboard memiliki kemampuan yang terbatas. Sedangkan untuk Casio dengan harga 3-4 Jutaan sudah memiliki memory external beruba SD card. Sehingga dapat menampung data midi yang banyak dan bermacam-macam.

Ingat belilah berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan merk.

Friday, March 18, 2016

Tips Memilih Senar Gitar Folk

Seperti judul artikel di atas, disini saya akan memaparkan tips bagaimana memilih senar gitar yang cocok untuk kita.
Untuk gitar Folk pada umumnya menggunakan senar berbahan baja. Kelebihan senar baja ini adalah menghasilkan suara yang lantang dan tegas. Namun kelemahan dari senar ini adalah tingkat daya tahannya terhadap oksidasi, karena semakin sering digunakan dan tanpa adanya perawatan senar ini kan lebih cepat berkarat, bila sudah kotor dan berkarat maka suara yang dihasilkan akan cenderung tidak sempurna. Senar yang sudah rusak atau berkarang cenderung tidak menghasilkan resonansi yang sempura atau bila dalam bahasa jawa di sebut bindheng alias tidak nyaring. Sehingga akan mempengaruhi warna nada yang dihasilkan.

Untuk merawatnya selalu bersihkan senar setelah kita memainkannya, karena keringat, debu pasti menempel di senar. Gunakan kain lembut untuk sekedar mengusap senar setelah selesai. Kemudian gunakanlah sarung gitar agar gitar anda tidak mudah terkontaminasi dengan oksidasi di lingkungan anda, juga akan melindungi body gitar dari benturan atau kotoran. 

Baik, senar ada beberapa ukuran yang dapat kita gunakan yang pastinya akan menghasilkan sensasi suara yang berbeda.

Berikut ini adalah ukuran senar yang biasanya tersedia di toko alat musik:
  • Extra Super Light : 0,8 0,10 0,15 0,21 0,30 0,38
  • Super Light : 0,9 0,11 0,16 0,24 0,32 0,42
  • Regular Light : 0,10 0,13 0,17 0,26 0,36 0,46
  • Light Top / Heavy Bottom : 0,10 0,13 0,17 0,32 0,42 0,52
  • Medium : 0,11 0,15 0,18 0,26 0,36 0,50
  • Heavy : 0,12 0,16 0,20 0,32 0,42 0,54
  • Extra Heavy : 0,13 0,17 0,26 0,36 0,46 0,56
Bila anda membeli senar satu set (sebaiknya beli 1 set IMHO ) asumsinya ukuran yang pertama adalah ukuran senar no 1 atau senar nada E, sehingga bila anda membeli senar dengan menyebutkan ukuran, berarti itu adalah ukuran untuk senar no 1.

Setiap ukuran senar memmiliki karakter sendiri dan berpengaruh pada suara yang dihasilkan.

Extra Super Light & Super Light gauge (0,8 - 0,9)
Banyak gitaris pemula yang menggunakan ukuran senar ini, seperti yang sudah dijelaskan diatas, light gauge mudah untuk dimainkan dan bagus untuk permulaan. Ukuran senar ini nyaman untuk dimainkan, mudah untuk ditekan, mudah untuk bending, dan tidak membuat jari sakit. Sound yang dihasilkan mengarah ke high frequency. Ukuran ini cocok untuk jenis musik blues, reggae, classic rock, dan musik lembut. Namun terkadang, senar ini gampang sekali kendur dan membuatnya out of tune atau tidak stem lagi, dan karena tipis, jadi mudah putus.

Regular Light (0,10)
Ukuran ini sering digunakan gunakan di berbagai jenis musik. Tuning Standart E, D#, D, Drop D, dan Drop C# cocok menggunakan ukuran senar ini. Karakter suara yang dihasilkan berat dan cocok untuk jenis musik keras.


Medium (0,11) dan Heavy gauge (0,12 - 0,13)
Ukuran senar ini diperuntukkan gitaris (biasanya gitaris metal) yang menggunakan tuning drop dan tuning yang sangat rendah seperti Drop C, Drop B, Standart C, Standart A#, dsb.
Karena mereka membutuhkan suara gitar yang sangat berat karena suara yang dihasilkan senar ini mengarah ke low frequency. Medium / heavy gauge adalah pilihan yang tepat.

Kekurangan senar berukuran 0,10 keatas adalah sustain yang dihasilkan pendek/tidak panjang.

Nickel-Plated Steel (Nikel berlapis baja) : Menghasilkan tone yang bright dan warm yang seimbang dengan attack lebih banyak.
Stainless Steel (Baja tahan karat) : Tone-nya Bright dengan sustain, tahan karat.
Pure Nickel (Nikel murni) : Tidak terlalu bright, namun warm-nya lebih.
Cobalt : Jangkauan tone luas, tone bright nya sangat menonjol.
Titanium : Tone-nya cukup bright, memiliki kekuatan yang bagus.
Chrome : Resonansi (gema) kurang, sering digunakan gitaris blues dan jazz.
Polymer-coated : Sustain tidak panjang, dan tahan karat.

Senar selalu memiliki lilitan kecuali senar 1,2,3 (E, B, G). Jenis lilitan pada senar juga berpengaruh pada tone yang dihasilkan.

Roundwounded : Sejauh ini, banyak yang menggunakan senar dengan "roundwounded" ini. Permukaannya terlihat bergigi (tidak rata), menghasilkan sustain dan attack yang baik. Kekurangannya, senar dengan "roundwounded" cenderung membuat suara bising/decit saat tangan bergerak diatas senar dan permukaannya yang tidak rata membuat fret menjadi lebih cepat aus.
Halfround : Bisa disebut Groundwound. Permukaannya lebih lembut dengan tone yang lebih gelap dan attack yang lebih kecil.
Flatwound : Permukaannya sangat lembut, biasa digunakan gitaris blues dan jazz.

Tips Memilih Gitar untuk Pemula

Halo sobat pembaca, kali ini saya ingin share mengenai tips dan trik untuk memilih alat musik gitar yang sesuai untuk kita.
Ada beberapa pilihan gitar yang dapat anda temui, antara lain Gitar Akustik, Akustik Elektrik dan gitar elektrik.
Gitar akustik terbagi menjadi 2 jenis, klasik dan folks. Untuk gitar klasik biasanya memiliki bodi yang sedikit kecil di bagian akhir sedangkan gitar folks rata-rata memiliki gembung yang besar. Dari bagian neck yang digunakan untuk gitar klasik memiliki neck yang lebih lebar namun biasanya lebih pendek dari neck gitar folks, sedangkan untuk gitar tipe folk neck nya cenderung lebih kecil dan mudang digengam namun lebih panjang. Untuk penggunaan senar, untuk gitar folks menggunakan senar baja atau kawat, sedangkan untuk gitar klasik menggunakan senar berbahan dasar nylon.

Mengenai penggunaan tipe senar, ada cerita menarik di balik penciptaan gitar. Pada awalnya alat musik yang menggunakan senar dalam band orkestra adalah Harpa. Pada orkestar harpa berperan sebagai melodi yang melantunkan lagu yang dimainkan oleh band. Seiring perkembangan jaman, penggunaan harpa sangatlah kurang efisien, karena ukurannya yang besar dan tidak praktis. Kemudian munculah alat musik yang menyerupai suara harpa yang lebih ringkas, yaitu gitar. Sehingga awal mula penggunaan senar pada gitar adalah senar yang dapat menghasilkan suara yang mirip harpa.

Masing masing memiliki ciri dan khas yang sangat unik tergantung warna lagu yang ingin diciptakan. Gitar klasik yang menggunakan senar nylon akan menghasilkan warna suara yang cenderung lembut,  dan bulat, kurang maksimal jika digunakan untuk rhythm. Sedangkan gitar folk lebih cenderung memiliki suara yang lantang, dan jelas dan agak sedikit tajam karena menggunakan senar baja.

Gitar klasik biasanya memiliki berat yang sedikit lebih ringan dibanding gitar folk. Karena hanya menggunakan senar yang berbahan nylon, tarikan senar pada neck dan body gitar tidak sekuat pada gitar folk. Sehingga tidak ada sistem penguat neck pada gitar ini. Sedangkan pada gitar folk memiliki sistem penguat neck, berupa batangan besi atau baja yang ditaman sepanjang neck untuk menopang neck agar tidak melengkung akibat tarikan senar.

Karena dari segi penggunaan senar yang berbeda antara gitar klasik dan folk, tentunya gitar yang menggunakan senar berbahan nylon akan lebih empuk di tangan dibandingakan senar baja. Untuk pemula hal tersebut sangatlah menguntungkan karena jari akan lebih betah mencengkram senar untuk belajar.

Sebaiknya teliti dahulu, gitar apa yang akan anda pilih, karena masing-masing akan memiliki warna suara yang berbeda. Menurut saya gitar folks lebih asik dimainkan untuk menyanyikan lagu - lagu pop yang ceria dan energik. Namun gitar klasik juga memiliki warna nada yang sangat khas, bila dimainkan menggunakan petikan akan lebih terasa nikmat di telinga.

Sekian dulu tips dari kami, nantikan artikel lainnya tentang memilih senar gitar yang pas untuk anda.

Thursday, March 17, 2016

My First Music Instrumen

Apakah anda bermain alat musik? Bila iya, anda sangat beruntung dapat memainkan salah satu alat musik.
Saya sangat menyukai musik apalagi bermain alat musik. Cita-cita saya adalah dapat memainkan semua alat musik yang saya temui. Ya, membutuhkan proses yang lama dan kecintaan terhadap musik tersebut.
Banyak pertanyaan yang muncul, apakah bermain musik adalah sebuah bakat atau talenta, sehingga seseorang yang tidak mempunyai bakat dan talenta itu tidak bisa menekuninya. Jawabannya adalah salah, bermain musik bukanlah masalah bakat atau tidaknya seseorang, tetapai kecintaan seseorang terhadap musik tersebut yang akan mendorong kita untuk berlatih, menikmati dan mencintai musik tersebut.
Jadi apakah semua orang berpeluang bermain alat musik? Tentu saja, setiap orang mempunyai peluang yang sama. Seperti halnya melukis, lukisan akan semakin indah bila seseorang tersebut melatih dirinya untuk terus menerus melukis dan menggambar sehingga menjadi bagian dari hidupnya. Yup, betul sekali, inti dari ini adalah berlatih. Tanpa latihan tidak ada hal yang dapat diperoleh secara maksimal. Sehingga jika ada seseorang yang pandai berenang, bukan berarti orang tersebut memang mempunyai bakat yang lebih, tetapi oleh latihan yang keras dan konsisten. I win because I'm prepared - Saya menang karena saya telah mempersiapkannya. Jadi tidak ada yang tidak mungkin.

Berlatih dan mengenal alat musik sejak dini sangat membantu menumbuhkan kecintaan terhadap musik. Walau sedikit terlambat, namun pengenalan alat musik sejak dini sudah saya alamai. Ayah saya mengenalkan alam musik Gitar yang selalu beliau mainkan setiap waktu, saya mulai memperhatikan bahwa ada ketertarikan terhadap alat musik tersebut. Beliau memainkannya dengan gaya tersendiri, membuat saya terpesona dan ingin menjadi seperti beliau. Oleh karena itu pada waktu saya duduk di bangku kelas VI SD saya mulai belajar memainkan alat musik Gitar.

Kecintaan saya terhadap alat musik Gitar melebihi dari alat musik yang lain. Karena saya merasa dengan alat musik ini dapat mengekspresikan diri saya. Awal belajar alat musik ini adalah berlatih agar jari jemari kuat dalam menekan senar gitar yang keras. Butuh penyesuaian yang cukup lama untuk dapat menekan senar gitar, kurang lebih 1 minggu lamanya.

Setelah jari jemari cukup nyaman menekan senar gitar, barulah Ayah saya mengajarkan beberapa kunci pokok dan konfigurasinya, yatiu C, F , G, kemudian diikuti oleh Em, Am, dan Dm. Kunci-kunci tersebutlah yang saya pelajari cukup lama, untuk memainkannya secara lancar butuh waktu yang cukup panjang dari sebelumnya. Saat yang sulit adalah ketika harus berpindah dari Kunci yang satu ke yang lainnya dengan tepat, karena bila tidak pas, nada akan fals atau bahkan akan menghasilkan suara yang kurang nyaring karena penekanan senar yang kurang.

Semuanya adalah proses dan seberapa besar anda mencintainya.